Selasa, 10 Desember 2013

Yas Budaya dan PMA!

Yes! We're EMO!



PMA!
* postingan ini, gue dedikasikan buat Pahlawan dalam hidup saya @YasBudaya, agak berlebihan mungkin tapi ini yang saya rasakan ketika awal saya mengenal ALONE AT LAST* begitu juga saya tau itu nama Vox dari band tersebut yaitu @YasBudaya tapi sayang sekarang sudah keluar dari dari ALONE AT LAST* tapi tak apalah You Must Go On Yas!, Congrats! I Hate U !!

*catatan : I'm a music lover for sure but I can't play music! damn, that's so ironic but this is life, like it or not I have to deal with it. 
So, saya hanya seorang penikmat sekaligus kritikus musik semata. Saya tidak peduli dengan ketukan nada, tempo sebuah musik atau segala hal teoritis teknis lainnya. Sebagai seseorang yang buta tentang musik, yang terpenting bagi saya musik itu harus-lah menghibur dan mempunyai pesan, entah itu pesan tentang cinta atau sosial, entah itu berirama melayu atau cadas, sepanjang bagi saya musik itu mampu untuk memberikan hiburan dan memberikan pesan yang sesuai dengan diri ini maka tak ada alasan bagi saya untuk kemudian tidak menyukai musik itu. 

Tapi saya pun tidak akan menyukai sebuah musik apabila musik itu ternyata hasil dari sebuah penjiplakan atau plagiat, come one, u have choose to be a musician so be creative please! show some respect! 
Atas dasar itu, bagi saya musik yang dihadirkan oleh Alone at Last* mampu untuk menghibur sekaligus memberikan pesan melalui setiap lirik yang mereka nyanyikan. 
Bahkan, melalui vokalis utamanya, Yas Budaya, Alone at Last* mampu untuk menyematkan image positiv dalam diri mereka. 
Ya, saya pun kemudian memberikan kekaguman lebih kepada seorang Yas Budaya, bukan suatu hal yang aneh ketika kita menyukai sebuah band maka kita pun seperti sudah diharuskan untuk menyukai secara lebih serta memberikan perhatian lebih kepada Vokalis band tersebut karena memang selain tugas utama seorang Vokalis untuk menarik perhatian penonton tapi pada kenyataannya seorang Vokalis memang selalu berada di garda terdepan untuk mewakili sebuah band. 
Terkhusus untuk seorang Yas Budaya, walaupun saya tidak mengenalnya secara langsung dan personal, tapi sejauh mata saya melihat dan telinga saya mendengar, Yas merupakan seorang anak muda yang baik walau berstatus sebagai seorang Vokalis band rock atau Emo yang katanya penuh dengan keputus-asaan dan depresi serta anarki. Setidaknya Yas mampu untuk konsisten berbuat baik sehingga dia mendapatkan image yang juga baik. 
Hal itu yang menjadi point lebih baginya dan juga point lebih bagi saya untuk menyukainya. Terlepas dari itu, gayanya dalam bermain musik pun sangat atraktif sehingga memenuhi syarat untuk seorang Vokalis terlebih sebuah band rock, dia total dalam membawakan sebuah lagu di setiap konser yang dilakukannya, sehingga sulit bagi saya untuk lantas tidak menyukainya. 
Salah satu pesan yang sekarang ini rajin dia sampaikan, dia kampanyekan adalah mengenai PMA. 
What the hell is that? 
well, soon u will understand that. 
Ya, saya pun mulai "teracuni" dengan pesan itu dan akhirnya latah untuk mengikutinya tapi sebagai seorang manusia yang baik, saya tidak mengikuti sesuatu hal begitu saja tanpa adanya pengetahuan tentang apa yang saya ikuti itu. saya tidak ingin menjadi pengikut yang bodoh! dan saya pun berharap anda semua seperti itu, sehingga silahkan anda semua membaca artikel di bawah ini dengan seksama, serta pahami setiap katanya. 
enjoy and PMA! :) 
Yas Budaya Berbicara Tentang PMA!
Oleh: Mahardhika Utama 
“My cure is talk with people, smiling, loving, see all negative things around us and do the opposite into the positive way. That’sYas as PMA the key” 
Rockstar dengan skandal (sepertinya sudah) biasa, tapi kalo ada vokalis dari band cadas yang memiliki pikiran, mental serta sikap positif baik di atas panggung maupun di kehidupan sehari-harinya adalah hal yang luar biasa. 
Who’s the hell is that? 
Jawabannya adalah Yas Budaya, frontman dari band cadas bernama Alone At Last. Kalo kamu sering melihat aksi Yas diatas panggung atau membaca timeline di twitternya, pasti tidak akan asing lagi dengan istilah PMA yang selalu dia dengungkan. 
What is PMA? 
Sambil makan siang dan ngopi-ngopi santai di salah satu cafe di bilangan Dipati Ukur Bandung, Formagz coba menggali PMA yang merupakan kependekan dari Positive Mental Attitude dari Yas. 
Saya yang datang terlambat disambut Yas dengan senyum sapanya yang ramah sambil mempersilakan saya duduk. 
Berikut petikan obrolan santai Formagz dengan Yas sambil diselingi beberapa lagu keren dari Rise Against dan Strike Anywhere
Formagz: Halo Yas apa kabar? How’s your band? Yas: Well, fine how about you? Si Alone lagi jarang maen di Bandung nih, lagi banyak di luar kota sekarang. 
Formagz: Fine brother. Okay, let’s talk about PMA. Belakangan ini lo sedang gencar menyebarluaskan isu ini, sebenarnya apa itu PMA? 
Yas: Ya, di twitter, facebook atau banyak teenage tanya “Hey Yas PMA itu lagunya Kemuri ya?”, padahal lebih jauh dari itu sejarahnya. PMA adalah sebuah motivasi baru didunia modern sekarang. Oke kalo diliat dari sejarah Positive Mental Attitude emang gak bisa dijauhin dari Hardcore karena memang kulturnya dimulai dari sana. Spirit hardcore yang energic, memotivasi dan positif yang bikin banyak orang berasumsi PMA adalah hardcore dan sebaliknya. Ketika taun 80-an Bad Brains bikin lagu judulnya Attitude dan yang paling modern mungkin sekarang ini si Toby Morse-H2O yang juga ngomongin soal PMA. Dia (Toby) pahamnya emang bener-bener kuat banget, dia straight edge sejati. Walaupun gua bukan straight edge, Gua coba menanamkan paham Positive Mental Attitude karena WOW! Salah satunya gua bisa motivasi diri gua dan temen-temen gua untuk melakukan hal yang lebih baik. Misalnya ketika di sekitar gua orang-orang pada “minum”, atau saat lu gak punya uang, even when you don’t have a job, atau ketika hari itu adalah the most fuck up day you ever had, tapi lo hadapin itu dengan senyuman atau ketawa. 
Positif itu energi. Kaya barusan lo dateng telat, tapi lo ga pasang tampang panik, lo senyum dan itu jadi energi buat gua. Atau misalnya lo nangkring abis diputusin pacar trus dateng temen-temen lo, trus ketawa-ketawa dan biasanya itu bisa dilupain gitu aja. Tanpa disadarin at the same time you got fight and hey I still got ma life. Ya, itu tadi hal paling simplenya dari Positive Mental Attitude: “Act”, melakukan hal yang lebih baik, dan ketika lu gagal lu senyum lalu bangkit lagi. 
Formagz: Kalo Bb lu setelah ini ilang bakal tetep senyum? 
Yas: (Yas yang lagi pegang Bb-nya tampak kaget) Fuck up hahaha… Even Toby Morse aja punya waktu-waktu khusus buat dia bilang “Fuck You, Fuck PMA”. Tapi setelah itu gua bakal coba ambil positifnya and switch my self to PMA
Formagz: Kalo tadi kita liat dari sejarahnya, PMA kan bermula dari scene hardcore. Apa ini hanya untuk orang-orang yang suka H20, Bad Brain atau Kemuri
Yas: No no, gak lah, everybody can do it
Formagz: Apa tujuan lo angkat isu PMA ini?
Yas: Sebenernya dari dulu gua paling suka ngangkat movement yang positif, kaya dulu misalnya Food Not Bombs atau Save The Children. 
Gua gak berusaha masuk ke organisasi-organisasi itu karena bagi gua it’s all about act, Man. Gua musisi, gua harus melakukan sesuatu dari konteks gua sebagai musisi misalnya dengan memberikan contoh-contoh yang baik dari atas panggung. Dan kalo untuk PMA ini banyak sebenernya tujuan gua. 
Bukan berusaha pengen sok baik, tapi gua pengen ngilangin anggapan kaya kalo kita ngomongin sesuatu yang baik orang bilang “Apa sih lo?”, kita bicara soal ketuhanan “Apa sih lo?”, Gue pengen bikin equal aja, people be good people be bad it’s okay we’re friend, tapi selama itu bisa saling sharing dan akhirnya yang negatif jadi positif, why not? Selain itu juga gua pengen gimana caranya bikin semua orang tersenyum tiap hari, on gigs, on moshpit, dats my dream. 
Lebih jauhnya lagi gua pengen bilang PMA is about a way of life and it’s not a system. Positif dan negatif itu adalah sesuatu yang lu yakin lu bisa dan kadang lu bisa gagal tapi kadang lu bisa bahagia ketika lu dapetinnya apa yang lu mau. Kaya gua sekarang bisa duduk disini, bisa ngobrol sama lu, gua bersyukur gua masih idup, bisa share sesuatu yang baik sama lu, dats cool, I got ma life Man. 
Formagz: Untuk siapa lo menerapkan PMA ini? For your self, your band, your parents or.. 
Yas: I’m doing this things for my self, as long as it can inspiring people..it’s okay That’s it. 
Formagz: Gimana aksi nyata lo dalam menanamkan PMA ini ke orang lain? 
Yas: My cure is talk with people, smiling, loving, see all negative things around us and do the opposite into the positive way. That’s the key. Hidup itu kan Yin-Yang ya negative and positive, but it your choose. 
Gua gak bakal maksa orang untuk berfikir positif karena gua yakin ketika kita memaksa orang untuk melakukan hal positif dia akan melakukan hal yang lebih negatif. Tapi kalo kita ada di tengah-tengah itu kita berusaha untuk menjadi contoh, misalnya ngerokok lah. Kalo kita bilang jangan ngerokok, ya orang bakal ngerokok, tapi kalo kitanya gak ngerokok lama kelamaan kita akan jadi contoh positif buat mereka. 
Selain itu contoh nyata dalam menanamkan PMA ini adalah gua mau rilis brand gua (Artamus) yang di merchandise-nya ada campaign-campaign tentang PMA, and it’s limited just for 50 pieces for special peoples who doing things like positive mental attitude. 
Formagz: Ngomong-ngomong soal rokok, katanya udah berhenti merokok ya? Is it true? 
Yas: Ini bulan ke-5 gua berenti ngerokok. Gua berhenti ngerokok sebenernya karena terinspirasi sama mantan gua yang gak ngerokok.
Dia tipe orang yang tiap hari begadang karena kerjaannya tapi tiap pagi mukannya gak pernah kusut, selalu keliatan seger, tetep senyum, and the key is she’s not smoking. And it works for me! 
Banyak yang bilang gua segeran sekarang, dan efek ke badan pun oke banget. Belakangan gua selalu bangun pagi dengan keadaan yang segar. Sebelumnya gua itu perokok parah, sehari bisa 3 bungkus. Tau gak kenapa gua ngerokok? Anjrit keren Johnny Depp looks cool when he smoke haha. Maklum tennage, semuanya serba instan dan asal tiru. Tapi balik lagi, semua orang punya hak buat ngerokok dan semua orang juga punya hak untuk gak kena asap rokok di mukanya, ya kan? 
Formagz: Ada niat buat bikin school visit semacam One Life One Chance? 
Yas: Akhir Juli nanti gua bakal ada talkshow and jadi pembicara di UNPAD tentang PMA dan rencananya gua juga mau bikin tour ke sekolah-sekolah gitu. Not high school but junior high school or even elementary bareng Ucay RR, Dida C.U.T.S, we gonna talk about PMA
Kenapa bukan ke SMA, soalnya gue pengen nge “brain wash” mereka (anak SD dan SMP) dan memberikan pengetahuan kalo perjalanan mereka masih panjang, dan itu harus di doktrin sama hal-hal yang positif. 
Formagz: What’s your opinion about street children? 
Yas: Gua selalu punya paham, dari dulu sebelum gua ngomong sesuatu sama orang lain gua selalu memposisikan diri jadi dia. Bayangin, dalam hal kerjaan aja mereka adalah sosok yang lebih kuat daripada kita semua. Tapi sebenernya kan ga baik, mereka ga seharusnya kerja atau minta-minta di jalanan. Mungkin basi kalo gua ngomong, mereka adalah masa depan bangsa but we have talk about act. Bingung juga ya kalo hari ini kita kasih mereka uang, besok dikasih lagi, dan terus kaya gitu, they gonna stucked and say I don’t have to work, I dont have to have educations, I just put my hand like that (sambil menengadahkan tangan) then I get my money! They can become a killer, Man. 
Harus ada aksi nyata yang konstan, gak kaya hari ini gua bilang “Oh My God kasian banget anak-anak kecil itu” tapi satu bulan kemudian dapet pacar baru then lupa gitu aja. 
Formagz: Give Forfriend your last words about PMA 
Yas: Lakuin apa yang lu suka as long as it’s positive, don’t forget about GodKeep smiling
Well, banyak hal positif yang dapat diambil dari obrolan santai dengan Yas. Dia menunjukkan kesadarannya sebagai figur yang memiliki banyak followers dari berbagai kalangan, mulai dari pemuda era 80-an hingga anak-anak belasan tahun. Dia sadar betul akan hal itu, dan seorang Yas Budaya mengerti akan tanggung jawabnya untuk memberikan contoh yang positif pada mereka. 
Andaikan semua rockstar seperti itu tampaknya tidak ada lagi anak-anak SD yang bangga akan video porno idolanya. Seperti apa yang selalu Yas bilang di twitternya, PMA all day! 
Closer with Mr. PMA, follow his twitter: @yasbudaya 

Jumat, 16 Agustus 2013

Free Download: 'Prosa Kesetaraan' - Down For Life

 Single Baru Down For Life

Sumber : RollingStone Indonesia
Grup metalcore terbaik Solo siap merilis album baru, 'Himne Akhir Perang'
image
Solo - Penantian para penikmat musik di Tanah Air akan asupan lagu metalcore berkualitas akhirnya terbayar sudah. Setelah terakhir kali menggebrak jagad metal dengan album Simponi Kebisingan Babi Neraka (2008), akhirnya band metal asal Solo, Down For Life kembali muncul dengan single terbaru “Prosa Kesetaraan”, sebuah nomor yang diambil dari album Himne Perang Akhir Pekan (Sepsis Records), yang teaser-nya baru saja dirilis awal bulan lalu.

Melalui “Prosa Kesetaraan”, Down For Life seakan ingin menyampaikan pesan akan kesetaraan derajat umat manusia, tanpa terkesan menceramahi. Barisan prosa epik yang dibalut dengan growl dan interpretasi mendalam sang vokalis, Stephanus Adjie akan keangkuhan sekelompok golongan atas dasar perbedaan, terpampang jelas dalam lirik “Dirimu diriku, berdiri sejajar”.

Proses penggarapan album Himne Perang Akhir Pekan dikerjakan di dua tempat yang berbeda. Untuk rekaman divisi vokal dan drum, dilakukan di Rockstar Studio, sedangkan untuk divisi gitar dan bass dikerjakan di Pengerat Studio. Untuk proses mixing sendiri, dikerjakan oleh Pak Ting di 3DB Studio, semuanya dilakukan di Jogja dan Solo.

Sementara untuk proses mastering, kali ini Down For Life menunjukkan kapasitasnya sebagai sebagai ujung tombak garda metal terdepan kota Solo, dengan menggandeng David Nalson dari Crystal Mastering Studio, Australia.

Lewat album Himne Perang Akhir Pekan ini, Stephanus Adjie (vokal), Moses Rizki (gitar 1), Ahmad Azhari a.k.a Jojo (bass), Wahyu Jayadie a.k.a Uziel (drum), dan Isa Mahendra Jati (gitaris tambahan 2/End of Julia) yang menggantikan Rio Baskara —baru saja hengkang, ingin menasbihkan diri sebagai pejuang akhir pekan, yang tetap bisa berkarya di tengah himpitan jadwal pekerjaan.

Maklum saja, selain sebagai musisi, seluruh personel Down For Life juga dikenal sebagai visioner dalam urusan organisasi; mereka selalu terlihat sebagai penggiat di beberapa pertunjukan di kancah Jawa Tengah.

“Ini merupakan cerminan kami sebagai Down For Life, di mana kami menggunakan akhir pekan setelah bekerja sebagai medan untuk bertempur, bukan untuk bersantai. Maka dari itu, terpilihlah judul album Himne Perang Akhir Pekan,” ujar Adjie.

Desain sampul album ini dikerjakan oleh Yudha Matirasa dan Jahlo Gomes. Rencananya, album Himne Perang Akhir Pekan akan rilis pada September mendatang. Album ini, sementara sudah bisa dipesan melalui Belukar Rockshop.
" Menariknya perilisan single baru ini, dipublikasikan pada jam 10.10 (Sehabis Upacara) 17 AGUSTUS "

**********************

“Prosa Kesetaraan”

Hirup hawa yang sama, diterangi satu surya
Bagimu kita berbeda tak layak setara
Dirimu di awan
Diriku terbenam

Semua langkah pastiku, tak berarti bagimu
Hanya kau lihat jejak gurat sejarah
Takdirmu terhormat
Takdirku terlaknat

Hina hinakan diriku
Enyah enyahkan karyaku
Hina hinakan ciptaku
Enyah enyahkan tubuhku
Enyah, hina

Otakku berpacu, jiwa terus bersinar
Roboh tumbangkan fatwamu
Dirimu diriku
Berdiri sejajar

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Down For Life:
Website : http://www.downforlifeofficial.com
Facebook : https://www.facebook.com/downforlifeofficial
Twitter : https://twitter.com/downforlifesolo
MySpace : https://www.myspace.com/downforlife666

Kontak Manajemen:
Sepsis Records
Jl. Tawes No. 49, Rawamangun, JakartaTimur 13220
+6281282174412 Adit
+6281317931916 Akbar

Surel: info@sepsisrecord.com
Website: http://www.sepsisrecord.com
Download Disini 

Selasa, 30 Juli 2013

Profil My Everlasting Dear

Facebook   : MY EVERLASTING DEAR
Twitter    : @MyEvrlstngDear



EVERLASTING DEAR adalah band emo/screamo dari SOLO. berdiri pada awal 2007 dengan formasi Anggara (sream/vox), Angga (guitar), Sony (guitar), Adith (low string), dan Genta (drum). walaupun dulunya sempat berganti personil namun sekarang MY EVERLASTING DEAR lebih solid dengan formasi yang sekarang. 
MY EVERLASTING DEAR mengusung genre musik screamo, mereka berlima memilih genre screamo karena mereka memiliki kesamaan yang suka terhadap musik screamo. 
Lagu-lagu yang dihasilkan MY EVERLASTING DEAR cukup easy listening, terbukti dengan seringnya MY EVERLASTING DEAR tampil di pensi-pensi SMA/SMP baik di dalam kota maupun luar kota. 
MY EVERLASTING DEAR juga menjalin hubungan baik dengan sesama musik indie di kota solo, terbukti dengan MY EVERLASTING DEAR yang sering turut serta dalam gigs-gigs di kota Solo. 
Band-band luar negri yang menjadi influence MY EVRLASTING DEAR adalah Alexisonfire, Silverstein, Thursday. 
MY EVERLASTING DEAR meiliki 2 single demo yang sering diputar di radio-radio di kota solo, yaitu : "I WAS KILLED BY MY LOVE" dan "UNFORGETABLE SIX MONTHS" dan paling baru (hits) "TERTAWA TANPAMU"
Endorsement By  : ROWN DVSN ( Rown Division )
Download lagunya DISINI  ( Reverbnation )


Selasa, 02 Juli 2013

Perdebatan antara Metal dua jari dan Metal satu jari


Permasalahan diatas kini menjadi sangat heboh dikalangan para metalhead, dua aliran metal yang saling bertolak belakang tersebut kini menjadi perdebatan untuk para penganut aliran musik cadas.
Seperti kita ketahui metal dua jari adalah sebuah lambang dari suatu musik metal, dan musik metal itu sendirimempunyai banyak bagian aliran, seperti aliran musik death metal, brutal death metal, metalcore, deathcore, metal hardcore dan lain sebagainya. Metal dua jari melambangkan sebuah aliran musik metal yang cenderung lebih menyangkut tentang kematian dan hubungan antara kehidupan manusia dan Tuhan. Dan bisa dikatakan aliran ini membawa kita kepada kesesatan dan menjauhi segala norma agama yang berlaku, dan sebuah lambang yang paling mendasar dari metal adalah sebuah gambar pentragam dan kepala kambing. Kalau kita berpikir tentang lambang yang satu ini pasti kita sudah bisa terbayangkan tentang sebuah lambang yang sering digunakan dalam ritual menyembah setan. Mungkin kita tak habis pikir mengapa ada sebuah aliran musik yang seperti itu, tapi itulah salah satu kreativitas di negeri ini yang telah menjadi budaya.
Berkenaan dengan aliran musik metal ada satu lagi sebuah kreativitas yang mungkin belum pernah kita dengar sebelumnya, yaitu metal satu jari. Dimana sebuah aliran metal yang kebenyakannya mengajak kita pada suatu kesesatan tapi aliran ini bertolak belakang dari itu. Justru aliran ini mengajak kita pada suatu kebenaran agama, dengan memasukan unsur agama islam kedalam musik metal. Sudah pasti aliran ini mendapatkan banyak kecaman, karen aliran ini seperti mencari sensasi saja dan telah melenceng dari kebenaran suatu aliran yang sebenarnya. Dan contoh band metal yang menganut aliran metal satu jari adalah Tengkorak dan Purgatory, dua band senior yang telah lama meramaikan komunitas musik metal di negeri ini. Meskipun banyak mendapat kecaman, aliran ini tetap berjalan karena faktor massa pendukung kedua band ini telah benyak sekali. Intinya mereka menjadikan sebuah lagu metal untuk mengajak manusia kepada kebenaran agama, mungkin kita berpikir semua ini seperti dakwah yang disampaikan melalui musik keras. Meskipun terjadi pro dan kontra, tapi kita bisa mengambil kesimpulan positif dari aliran ini. Dan semoga saja aliran ini dapat merubah dan mengajak sebagian besar komunitas metal kedalam sebuah kebenaran yang sesungguhnya.

Arti lagu Patriot Moral Prematur - Dead Squad (Indonesian Death Metal)

PATRIOT MORAL PREMATUR


Lirik: Daniel, 
Musik: Stevie, 
Aransemen: Deadsquad 

Tercium bau busuk dari relevansi parodi perbaikan moral
Diperlihara sebagai parasit… Hamba setia pelayan tahta tirani
Mereka kongegrasi agen bencana
Terdidik untuk perang barisan raga tak berotak
(mereka) terjerat kebodohan mengkristal
Ini semiotika anjing rabies, menyerang tanpa pikir panjang
Dahaga darah, menggogroti rasa aman yang sekarat
Hiduplah! Hukum rimba!
Inkarnasi, kultur barbar ketimuran …hanya bernyali saat berkoloni
Gila pahala nurani mati rasa
Lapar kuasa yang tak sejalan menjadi lawan
Atas nama kebaikan premanisme halal
Wacana moral selalu omong kosong! wacana moral omong kosong!
Pelabelan halal dan haram! sudut pandang yang dangkal !
Merampas hak yang tak sejalan! dibabtis menjadi lawan !
Laaaawaaaannn! …KITA ADALAH LAWAN !
Kecemasan kita nikmatin ! dikhianati negeri sendiri
Punah sudah rasa percaya ..terkikis rasa kecewa
PATRIOT MORAL PREMATUR …HEROISME SAMPAH MASYARAKAT !
Belenggu ruang gerak dalam demokrasi
Rasa aman sekarat …tersodomi parang halal
Keadilan utopis kongkret
TAHTA TIRANI HARUS MATI !
————-
Apa yang anda tangkap dari lirik lagu di atas?
Keras ?
Kasar?
Brutal?
Di mata saya lirik tersebut adalah sebuah cerita. apa yang di ceritakan?silahkan anda simak dan baca baik2.
“Pasca era reformasi di mantan negeri agraris ini tumbuh subur berbagai macam organisasi massa seperti jamur di musim hujan. Berbagai ormas ini mulai makin berani unjuk taring dan parang ke permukaan dan berubah menjadi pahlawan–pahlawan moral dengan cara–cara yang tidak kita harapkan, seperti sweeping dan berbagai macam tindak pengerusakan lainnya.
Saat berkoloni mereka tampaknya lebih mengedepankan kekerasan, mengenyampingkan dialektika lalu merampas perasaan aman dengan dalih perbaikan moral.
Ini bagaikan bentuk premanisme yang lebih teroganisir, dilegalkan dan dipelihara oleh pemerintah sendiri. Karena pemerintah tampaknya minim melakukan tindakan tegas dalam mereduksi aksi kekerasan semena-mena yang dilakukan ormas– ormas tersebut.”
Salam Anti Kekerasan. Coba Cek Video ini :)


 Sumber : http://hiburan.kompasiana.com/musik/2013/04/09/cerita-di-balik-lagu-patriot-moral-prematur-dead-squad-indonesian-death-metal--549334.html